Beranda Gaul Jomblo Bukan Nasib, Justru Peluang

Jomblo Bukan Nasib, Justru Peluang

BERBAGI
Jomblo

Mudation.com – Bagi sebagian anak muda, status jomblo bagian dari aib yang harus dimanipulasi. akibatnya mereka yang sebenarnya belum punya pacar, dibuat seolah-olah punya pacar. Alhasil, yang ada bukanlah kebahagiaan, tapi justru kengenesan.

Sebenarnya bila harus dipikirkan secara jernih, yang dinamakan jomblo bukanlah suatu nasib buruk, atau justru aib yang harus dimanipulasi. Tapi jomblo adalah peluang dibalik kesendirian.

Kok bisa peluang? Peluang dari mananya?

Coba kita pikirkan sejenak, orang kaya berbondong-bondong mengumpulkan harta agar masa tuanya bisa menikmati waktu senggang. Orang berharta berbondong-bondong menginvestasikan hartanya agar bisa terus mengalir sambil duduk dirubah dan berkarya. Begitu pula yang lain, mereka semua rela melakukan apa saja agar waktu luang mereka kelak bisa dinikmati dengan penuh ketenangan.

Kita sebagai anak muda seharusnya meniru yang demikian itu, yakni berusaha keras agar waktu laung kita bisa lebih banyak, bisa berkumpul keluarga, membaca buku sambil minum teh atau menulis sejumlah buku.

Nah, kira-kira waktu luang yang dimiliki oleh pemuda yang punya pacar sama yang menjomblo lebih banyak mana? Ya pasti banyak yang menjomblo lah. Ketika pemuda yang pacaran sibuk malam mingguan, mereka yang menjomblo memiliki segudang waktu luang untuk berkarya dan melakukan hal-hal produktif lainnya.

Maksud saya adalah, ketika kamu menjadi seorang jomblo dan memiliki waktu luang, kamu seharusnya merasa bahagia. Karena level kamu sudah seperti orang kaya raya. Dengan waktu luang yang kamu miliki, kamu bisa menghabiskan dengan hal-hal yang lebih kreatif dan produktif.

Berbeda ketika kamu justru pacaran. Malam minggu kamu harus kesita dengan nganterin si Dia jalan-jalan, belanja di Mall atau sekedar telfonan sampai tengah malam. Jika sudah seperti ini, kapan kamu bisa berkarya, membaca buku sambil minum teh, atau melakukan kreativitas lainnya?

Dari sinilah mengapa hidup menjomblo bisa menjadi sebuah peluang. Yakni peluang dengan memanfaatkan waktu luang untuk berkarya. Singkatnya, menjomblo sejatinya sangat bergantung bagaimana kita memaknainya. Ketika kita memaknai jomblo sebagai aib, maka selamanya kamu akan terjebak dalam kegelisahan yang tak bernilai sama sekali.

Tapi jika kamu memaknai jomblo sebagai hal yang positif, seperti yang dipaparkan diatas misalnya, bisa dipastikan kamu akan jauh lebih bahagia dibanding mereka yang sibuk pacaran.

So, jadilah seorang jomblo yang bahagia, yakni jomblo yang mampu memanfaat waktu luangnya untuk berkarya atau fokus berbisnis, menghabiskan malam minggunya dengan berkreasi, serta bisa membaca buku sambil minum teh layaknya orang kaya.

Tinggalkan Balasan