Petugas PPSU di Jakarta Selatan melindas pacar karena cemburu

Sadis! Petugas PPSU di Jakarta Selatan melindas pacar karena cemburumudation.com – Sadis! Petugas PPSU di Jaksel Aniaya-Lindas Pacar gegara Cemburu. Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) di Desa Rawa Barat, laki-laki berinisial Z, menyerang pacarnya yang berinisial E, yang juga petugas PPSU di Desa Bangka.

Z diduga cemburu hingga melecehkan E. Sebuah video yang dilihat detikcom pada Selasa (9/8/2022) memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian PPSU melecehkan seorang wanita.
Pria itu menendang dan menyambar korban. Segera, pria itu terlihat menggunakan sepeda motornya dan langsung memukul korban dengan sepeda motornya.
Korban terlihat tertabrak dan terjatuh ke belakang. Kepala barangay Bangka, Firdaus Aulawy, membenarkan kejadian tersebut.
Menurut Firdaus, peristiwa itu terjadi di Jalan Kemang VI pada Senin (8/8) sore. “Di Jalan Kemang Dalam. Lokasi tepatnya di Jalan Kemang VI RT 3 RW 3. Kejadiannya kemarin pukul 12.30 WIB,” kata Firdaus kepada wartawan, Selasa (8/9/2022).
Firdaus menjelaskan, korban bernama E yang merupakan petugas PPSU di Desa Bangka itu berpacaran dengan Z yang juga merupakan petugas PPSU di Desa Rawa Barat.
Saat itu Z diduga cemburu hingga menggugat E. “Dua orang ini berpacaran. Wanita itu bernama E, PPSU Desa Bangka selama satu tahun. Dia lahir pada tahun 1983.
Dia memiliki satu tahun dengan Z. Informasi Ms. E adalah Z adalah PPSU di desa Rawa Barat,” jelas Firdaus. “Yang terjadi kemarin, Senin hari libur.
Ceritanya dia iri sama Z, lalu terjadi sesuatu di video itu,” sambungnya. Selain itu, Firdaus menjelaskan kondisi E setelah dianiaya oleh pacarnya.
Firdaus juga menyarankan E untuk melakukan otopsi atas kejadian tersebut. “Dia di kamar saya, menurut pengakuannya setelah menanyakan kondisinya, dia baik-baik saja.
Dia mengatakan bahwa secara fisik dilihat dengan matanya, tidak ada luka.” Kami merekomendasikan visa, orangnya tidak akan senang,” kata Firdaus.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.