Beranda Lifestyle Ternyata Ini Alasan Yang Membuat Anak Muda Malas dan Solusinya

Ternyata Ini Alasan Yang Membuat Anak Muda Malas dan Solusinya

BERBAGI
Malas

Mudation.com – Tak bisa dipungkiri, setiap orang pasti pernah merasakan malas. Baik anak kecil maupun orangtua yang sudah mencapai semua mimpi dalam hidupnya. Sebenarnya kehadiran rasa ini biasa saja. Artinya malas bukanlah sesuatu yang menyimpang dari batas kewajaran. Kesalahannya adalah bila kita sebagai anak muda terlalu lama menikmati rasa malas hingga semua hal yang sudah direncanakan sebelumnya gagal terlaksana. Tentu saja kalau sudah begini masalahnya bisa lebih gawat lagi. Kemalasan yang datang dapat mengancam kesuksesan masa depan. Coba sekarang teliti lagi success stories dari tokoh hebat manapun di dunia. Apakah ada di antara mereka yang menceritakan dulu di masa mudanya sama seperti pemuda rata-rata, suka malas-malasan dan kebanyakan main kurang latihan belajarnya ?

Jika Anda merasa tersiksa dengan rasa malas dan ingin segera menyingkirkan tapi merasa itu merupakan tugas berat, santai dulu. Coba awalilah dengan mengidentifikasi penyebab dari kemalasan itu sendiri. Baru kemudian Anda dapat mencari solusi supaya masalah tidak berlarut-larut. Semangat segarpun segera datang kembali. Berikut adalah alasan anak muda sering merasa malas.

Banyak Tugas

Wajar saja kalau pelajar atau mahasiswa diberi tumpukan tugas dengan tenggat waktu pengumpulan terbatas. Anehnya, beberapa anak muda malah semakin malas mengerjakan jika tugasnya bertumpuk-tumpuk. Sebenarnya semua tugas yang mengantri tidak akan bisa jadi mood breaker Anda, bila Anda sendiri segera menyelesaikan sejak waktu diberinya tugas. Hal yang membuat semangat Anda hilang itu diakibatkan bayangan di pikiran Anda sendiri. Ketika melihat daftar tugas yang harus segera selesai besok terlalu banyak, anak muda cenderung mengeluh. Padahal tugas tersebut sudah diberikan jauh-jauh hari. Hanya saja karena deadline yang lebih dari cukup, biasanya disalah gunakan.

‘Lebih enak main sama teman dulu daripada mengerjakan tugas, toh waktunya masih panjang.’ Kebiasaan berpikir seperti ini akan menjadi karakter buruk yang selalu merepotkan. Semakin Anda meremehkan tugas sekecil apapun, jika terus ditumpuk pasti akan memupus semangat Anda menyelesaikan, sedikit demi sedikit.

Malas Timbul karena Terlalu Serius

Jangan terlalu serius menghadapi persoalan hidup. Kadang-kadang anak muda memang begitu, merasa masalahnya paling berat di muka bumi. Padahal bila kita mau membuka mata untuk melihat sekitar, masih banyak manusia yang diberi permasalahan lebih menyeramkan, hanya saja mereka tidak gampang mengeluh seperti kita. Nah, rasa malas bisa saja datang melanda anak muda yang hidupnya terlalu serius. Merasa harus sukses ini itu, harus jadi nomor satu, harus bisa menyabet penghargaan sana-sini.

Anak muda sejenis ini, sekilas tampak selalu bersemangat mengejar impian. Tetapi di balik layar, dia bisa tiba-tiba rapuh dan malas melakukan apa saja meskipun sebelumnya sudah ada rencana. Hal ini bisa terjadi jika hasil yang didapatkan meleset dari harapan. Disitulah pentingnya berserah diri kepada Tuhan setelah semua yang kita usahakan. Jangan sampai merasa kapok belajar atau melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama hanya karena tidak mendapat penghargaan dari manusia. Hidup sudah serius, berilah bumbu santai sedikit supaya sensasi serunya terasa. Belajarlah menyusun skala prioritas agar tugas-tugasmu tidak keteteran namun juga tak mengganggu waktu bermain.

Tidak Ada Penyemangat

Penyemangat memiliki arti luas. Bagi kebanyakan anak muda, penyemangat diartikan kekasih. Tetapi bagi anak muda luar biasa, penyemangat adalah orangtua dan impian. Untuk bisa menjadikan impian sebagai pengusir rasa malas, Anda harus menjelaskan secara detail tentang impian Anda. Uraikan apa impian Anda, mengapa Anda harus bisa mencapainya, bagaimana cara mewujudkan, kapan impian itu akan teraih, di mana dan kepada siapa saja Anda akan mempersembahkan keberhasilan itu suatu hari nanti.

Perencanaan yang jelas pasti bisa menggali motivasi dari dalam diri sendiri. Motivasi inilah yang paling awet. Kalau hanya mengandalkan motivasi dari orang lain, motivator ulung, teman, guru dan akun sosmed bertopik pengembangan diri, Anda masih kurang tangguh. Suatu saat Anda pasti akan merasa malas berjuang. Waktu itulah target spesifik Anda akan bekerja menyemangati. Jika sampai saat ini Anda sudah punya impian tapi belum dijelaskan secara detail, segera uraikan dan rasakan bedanya.

Tinggalkan Balasan